Prinsip - Prinsip Dasar Pencegahan Kecelakaan


Prinsip-Prinsip Dasar Kecelakaan

Rentetan kejadian kecelakaan

Pencegahan kecelakaan adalah ilmu dan seni karena menyangkut masalah sikap dan perilaku manusia, masalah teknis seperti peralatan dan mesin, dan masalah lingkungan.

Pengawasan diartikan sebagai petunjuk atau usaha yang bersifat koreksi terhadap permasalahan tetrsebut. Usaha pencegahan kecelakaan adalah faktor penting dalam setiap tempat kerja untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja dan mencegah adanya kerugian.

Sebelum mulai melakukan usaha pencegahan kecelakaan rangkaian kejadian dan faktor penyebab kecelakaan harus dapat diidentifikasi, untuk dapat menentukan faktor penyebab yang paling dominan. Rangkaian kejadian dan faktor penyebab kecelakaan dikenal dengan ‘teori domino’.



Gambar di atas menunjukkan darngkaian atau deretan faktor faktor penyebab kejadian kecelakaan (an updated squence by Frank birds Jr).

a.       A. Kelemahan pengawasan oleh manajemen . pengawasan ini diartikan sebagai fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian kepemimpinan (pelaksana) dan pengawasan. Partisipasi aktif manajemen sangat menentukan keberhasilan usaha pencegaha kecelakaan seorang pimpinan unit di samping memahami tugas operasional tapi juga harus mampu:
-          Memahami program pencegahan kecelakaan
-          Memahami standar , mencapai standar
-          Membina, mengukur, dan mengevaluasi performa bawahannya.
Inilah yang dimaksud dengan kontrol.
b.      B. Sebab dasar. Pada hakekatnya ini merupakan sebab yang paling mendasar terhadap kejadian kecelakaan yang meliputi antara lain:
a.       Kebijasanaan dan keputusan manajemen
b.      Faktor manusia/pribadi seperti kurang pengetahuan  dan keterampilan serta pengalaman, tidak adanya motivasi, dan masalah fisik dan mental.
c.       Faktor lingkungan/ pekerjaan misalnya kurang atau tidak adanya sntadar, desain dan pemeliharaan yang kurang memadai, pemakaian yang abnormal.
c.       C. Sebab yang merupakan gejala. Ini disebabkan masih adanya substandard practices and conditions yang mengakibatkan terjadinya kesalahan. Dalam hal ini kita kenal dengan tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman. Faktor faktor ini sebenarnya adalah sympton (gejala) atau pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres apakah pada sistem ataukah pada menejemen.
d.      D. Kecelakaan. Jika ketiga urutan di atas tercipta, maka besar atau kecil akan timbul peristiwa atau kejadian yang tidak diinginkan dan tidak direncakan yang dapat mengakibatkan kerugian dalam bentuk cidera dan kerusakan akibat kontak dengan sumber energi melebihi nilai ambang batas badan atau struktur.