PENGERTIAN NEAR MISS

MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG 'NEAR MISS'




Setiap Orang yang yang beraktivitas di Jalan Raya pastinya pernah mengalami kejadian yang namanya “Near Miss”. Jika di Indonesia kan maka memiliki makna “Nyaris”. Yap, Ketika kita sehari-hari memiliki aktivitas di jalan Raya tentunya akan ada potensi paling rawan untuk mengalami Near Miss, dalam hal ini adalah Nyaris Kecelakaan.

Pernahkah kita nyaris jatuh? pernah nyaris menyeruduk kendaraan lain? Pernah Hampir tertabrak kendaraan lain? Pernah Nyaris menyerempet Angkot? Pernah Nyaris menabrak Pejalan kaki? Pernah nyaris menyenggol Kaca Spion Mobil? dan Nyaris-Nyaris lainnya?.
“Near Miss” adalah sebuah kejadian tak terduga/tak terencana (unplanned event) yang tidak menghasilkan kerusakan atau cedera tapi memiliki potensi untuk mengarah kesana. Umumnya kejadian ini murni karena kesalahan manusia atau Human Error. Bahasa lain menyebutnya dengan “Close Call” dan juga “Near Collision”.
Menimbang bahwa populasi kendaraan di Indonesia sudah sedemikian pesat, tentunya akan beriringan dengan angka kecelakaan yang  semakin besar ,sesuai dengan efek peningkatan populasi kendaraan yang besar tadi. Disinilah angka-angka “Near Miss” terus bermunculan.
Beirikut Tips untuk mengatasi kejadian “Near Miss” :
  1. Anggaplah perjalanan kita sebagai lahan latihan (Training). Setiap Kilometer yang kita tempuh berpotensi mengalami Kecelakaan. Every K over is a Killer.
  2. Hitung secara umum seberapa besar atau sering kita mengalami event “Near Miss”. Semakin Kecil kita terlibat dalam kondisi nyaris (kecelakaan) tentunya akan semakin baik.
  3. Jika Hari pertama dalam perjalanan terjadi 5 kali nyaris (celaka) maka di hari berikutnya angka tersebut harus di turunkan hingga ke nilai terkecil.
accident_pyramid
Nah, ada korelasi antara “Near Miss” dengan sebuah “Fatalitas” berupa kematian, yakni Piramida Kecelakaan (the Accident Pryramid) menyuguhkan data pada 600 kejadian/insiden “Near Miss” di sana aka mengerucut ke atas dengan 30 cedera ringan lalu angka 10 cedera berat dan 1 fatalitas akan ada di puncak piramid. So, mulailah menghindari memiliki kebiasaan “nyaris-nyaris” ketika berkendara. Sebanyak 600 kali saja kita punya kebiasaan melanggar lampu merah di persimpangan, maka angka potensial 1 fatalitas akan setia menunggu anda di puncak piramida. Mengerikan, untuk itu lakukan beberapa hal di bawah ini :
  • Berkendaralah demi keselamatan pribadim orang lain, keluarga, dll. Ber empati lah. (Attention)
  • Hormati pengguna jalan lain dan selalu menaati tata tertib di jalan raya. (Attitude)
  • Bekali kemampuan dan keahlian berkendara dengan baik. (Ability)
Jika di dunia usaha, angka “nyaris” ini waib dilaporkan maka kita sendirilah yang menjadi manager saat berkendara. Laporkan pada diri sendiri agar senantiasa memperkecil resiko dan selalu berupaya agar tidak tinggal di angka2 “Near Miss”.

Ref. Majalah Motomaxx edisi 13. Maret 2012. Hal. 34